Pembuat mobil Jepang, Toyota, memperkenalkan sebuah robot yang bisa memainkan terompet dan menari. Mesin humanoid pertama Toyota itu hampir mirip dengan robot humanoid Honda dan Sony. Toyota Motor Corp. memperlihatkan robotnya yang mampu berjalan tersebut pada media di sebuah hotel di Tokyo, saat mengumumkan proyek pengembangan robotnya.Saat diperkenalkan, robot setinggi 120 centimeter tersebut menunjukkan kebolehan memainkan lagu When you wish upon a star dengan terompetnya. Uniknya. ia bisa pula menari mengikuti irama lagu dari film kartun Pinokio yang terkenal itu. Dalam penampilan perdananya, sang robot yang mengenakan hiasan daun di telinga kirinya, sempat membungkuk pada penonton dan melambaikan tangannya untuk merespon tepuk tangan penonton.Kami akan mengembangkan proyek robot ini dengan menggabungkan berbagai teknologi yang kami dapatkan saat mengembangkan otomotif, ujar Presiden Toyota, Fujio Cho. Saya yakin, robot ini bisa menjadi simbol teknologi yang dimiliki Toyota.Toyota juga berencana membentuk sebuah band robot yang dijadwalkan manggung di World Exposition 2005 di Aichi, Jepang tengah, dimana terletak juga markas Toyota.Seperti diketahui, perkembangan robot di Jepang diwarnai dengan kompetisi. Pada tahun 2000, Honda Motor Co. Ltd. memperkenalkan ASIMO, robot yang berjalan dengan dua kaki pertama di dunia, lalu Sony Corp mengeluarkan QRIO, robot jogging pertama, di bulan Desember.Lebih jauh, perusahaan komputer NEC Corp. mengeluarkan robot yang memiliki ekspresi seperti manusia dan bisa berbicara menggunakan 3.000 kata. Sementara Hitachi Ltd. hadir dengan robot serupa kue tart yang mampu menyedot debu secara otomatis.
Tampilkan postingan dengan label Robot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Robot. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 Desember 2007
Robot pintar main biola
Tokyo: Jepang terkenal sebagai negara yang paling maju dalam pengembangan robot. Sebanyak 370 ribu robot pada 2005 telah digunakan Jepang untuk kepentingan industri. Belum lama ini, berbagai produk robot terbaru digelar di sebuah pameran di Tokyo, Jepang.Salah satu robot yang ditampilkan dalam pameran itu di antaranya robot pintar yang bisa bermain biola. Robot yang bisa bermain violin ini menjadi pusat perhatian pengunjung pameran karena bisa menekan senar dan mengayunkan bow dengan koordinasi yang sempurna.
Pameran ini juga menampilkan pertarungan antara robot yang dikendalikan penciptanya melalui remote control. Pertarungan antarrobot ini mengingatkan adegan film Hollywood Transformers. Dua robot yang dinamakan King Kizer dan Aerobattler Mon akhirnya berjumpa di final. Robot King Kizer yang hanya berukuran 40 sentimeter akhirnya keluar sebagai pemenang setelah menjatuhkan Aerobattler Mon.(IAN)
Diposting oleh alfa_zR di 20.16 0 komentar
Label: Robot
Minggu, 16 Desember 2007
Pembantu rumah robot


MEMBUAT roti bakar adalah antara kemahiran Twendy-One.
Twendy-One akan dikomersialkan pada 2015ROBOT sebagai pembantu rumah? Ketika ini penggunaan robot untuk membantu kerja rumah, apatah lagi menggantikan tugas pembantu rumah sepenuhnya adalah mustahil. Bagaimanapun, siapa tahu apabila teknologi penciptaan robot semakin canggih, ia akan menjadi kenyataan.Jepun sebagai antara negara termaju dalam teknologi robot giat membuat penyelidikan mencipta robot yang mempunyai hubungan erat dengan manusia.
Pembangunan robot yang menepati sifat ini penting, terutama bagi sebuah negara maju seperti Jepun yang menghadapi masalah kekurangan tenaga kerja dan pada masa sama, golongan tua semakin bertambah.Sehubungan itu, robot yang dapat berfungsi membantu manusia dengan selamat, boleh berkomunikasi dan tangkas bekerja semakin diperlukan.Kebanyakan penyelidikan robot ketika ini lebih menumpukan terhadap aspek hiburan dan hanya sedikit kajian dibuat terhadap penciptaan robot yang memenuhi ciri seperti selamat, boleh diharapkan dan pantas.
Twendy-One akan dikomersialkan pada 2015ROBOT sebagai pembantu rumah? Ketika ini penggunaan robot untuk membantu kerja rumah, apatah lagi menggantikan tugas pembantu rumah sepenuhnya adalah mustahil. Bagaimanapun, siapa tahu apabila teknologi penciptaan robot semakin canggih, ia akan menjadi kenyataan.Jepun sebagai antara negara termaju dalam teknologi robot giat membuat penyelidikan mencipta robot yang mempunyai hubungan erat dengan manusia.
Pembangunan robot yang menepati sifat ini penting, terutama bagi sebuah negara maju seperti Jepun yang menghadapi masalah kekurangan tenaga kerja dan pada masa sama, golongan tua semakin bertambah.Sehubungan itu, robot yang dapat berfungsi membantu manusia dengan selamat, boleh berkomunikasi dan tangkas bekerja semakin diperlukan.Kebanyakan penyelidikan robot ketika ini lebih menumpukan terhadap aspek hiburan dan hanya sedikit kajian dibuat terhadap penciptaan robot yang memenuhi ciri seperti selamat, boleh diharapkan dan pantas.
BENDA kecil seperti penyedut minuman boleh dipegang dengan baik.
Bagaimanapun universiti penyelidikan terkemuka Jepun, Universiti Waseda, baru-baru ini memperkenalkan Twendy-One, robot yang direka untuk membuat kerja rumah dengan jari dan tangan lembut supaya boleh menggenggam seperti manusia serta menyokong tubuh apabila duduk dan berdiri.Dinamakan sebagai Edisi Abad ke-21, Twendy-One adalah versi canggih robot Wendy yang dimajukan pada 1999.Hasil penyelidikan berterusan, Twendy-One yang lemah lembut membolehkannya memegang sekeping roti tanpa menghancurkannya dan mengangkat orang dari katil.Profesor Shigeki Sugano, yang mengetuai sekumpulan pensyarah kejuruteraan mekanikal Universiti Waseda, berkata Twendy-One adalah robot pertama di dunia yang mempunyai paling banyak sistem bersepadu.
TWENDY-ONE mampu membantu dan mengangkat orang kurang upaya dari katil ke kerusi roda.
Katanya, Twendy-One direka untuk hidup bersama manusia dan setakat ini adalah robot pertama mempunyai enam ciri yang diperlukan untuk mencapai matlamat itu, iaitu selamat, melahirkan sifat persahabatan, berkomunikasi, berkemahiran, mampu melakukan kerja fizikal dan bergerak.Saiz Twendy-One rendah sedikit daripada purata ketinggian wanita Jepun, iaitu 1.5 meter (5 kaki), tetapi seberat 111 kilogram (245 paun), mempunyai tangan panjang, manakala mukanya seperti wajah makhluk asing dalam filem E.T.Penciptaan robot ini mengambil masa hampir tujuh tahun dengan perbelanjaan berpuluh juta ringgit untuk menggabungkan semua ciri teknologi tinggi seperti tangan yang mempunyai 241 pengesan tekanan berbalut silikon, ke dalam robot yang anjal dan lembut.Hasilnya, Twendy-One boleh meletakkan roti bakar di atas pinggan dan mengambil botol kicap dari peti ais apabila disuruh.Robot ini mempunyai kebolehan bercakap dan boleh menyapa manusia dengan ucapan selamat pagi atau selamat menjamu selera.Sugano berkata, Twendy-One direka dan dimajukan menjadi robot yang boleh dikeluarkan secara komersial untuk membantu golongan tua dan mungkin bekerja di pejabat pada tahun 2015 dengan harga kira-kira RM671,000.Walaupun Twendy-One sudah cukup canggih, tetapi perjalanan masih jauh untuk melihat robot ini memenuhi ciri utamanya, iaitu mempunyai hubungan erat dengan manusia.Sugano mengakui bahawa Twendy-One sangat rumit dan masih mempunyai banyak kelemahan seperti bateri hanya tahan selama 15 minit dan komputer di bahagian belakang badan mudah menjadi terlalu panas selepas digunakan.Hanya faktor masa akan menentukan sama ada Twendy-One menjadi sempurna seperti diharapkan oleh Sugano.Ketika masyarakat Jepun ternanti-nanti kemunculan Twendy-One pada tahun 2015, timbul persoalan sama ada masyarakat kita juga akan mengikut jejak negara maju yang memerlukan robot untuk melayan dan menjaga orang tua.
Diposting oleh alfa_zR di 23.33 0 komentar
Label: Robot
Menikah Dengan Robot Tidak Lama Lagi
Para peneliti memperkirakan bahwa pada tahun 2050 manusia akan menganggap robot sebagai mitra yang bisa dinikahi dan yang bisa memberikan kenikmatan seksual.
David Levy, mahasiswa Belanda yang baru-baru ini menyelesaikan riset doktoralnya tentang hubungan manusia dengan robot mengatakan bahwa tampilan robot akan sangat menyerupai manusia dalam rupa, fungsi dan kepribadian sehingga sebagian manusia akan jatuh cinta kepada robot, berhubungan seks dengan robot dan bahkan menikahi robot.
“Pada awalnya aneh kedengarannya membayangkan hubungan seks dengan robot, akan tetapi begitu mulai muncul berita semacam ‘Saya berhubungan seks dengan robot, dan sangat fantastis’ pada majalah seperti Cosmo, saya perkirakan akan banyak orang yang akan mengikuti tren itu,” katanya.
Dalam tesisnya, “Intimate Relationships with Artificial Partners” (Hubungan intim dengan mitra buatan), Levy mengatakan bahwa para psikolog telah mengidentifikasikan kurang lebih selusin alas an mengapa manusia akan jatuh cinta dengan robot dan semua alas an ini dapat diterapkan pada relasi manusia dengan robot.
“Sebagai contoh, satu hal yang memacu manusia jatuh cinta adalah kesamaan kepribadian dan pengetahuan, dan semua hal ini dapat deprogram,” kata Levy.“Alasan lain manusia kemungkinan jatuh cinta adalah apabila mereka mengetahui bahwa yang lain menyukai mereka – ini pun bias diprogramkan.”
Menurut Levy, Massachusetts di Amerika akan merupakan kota yang akan melegalkan pernikahan manusia-robot.
“Massachusetts jauh lebih liberal daripada jurisdiksi-jusridiksi lain di di AS dan merupakan kota yang terdepan untuk pernikahan sesam jenis,” kata Levy.
“Di Massachusetts juga banyak riset teknologi tinggi.”
Pakar robot Ronald Arkin dari Georgia Institute of Technology di Atlanta belum yakin bahwa pernikahan manusia-robot akan legal pada tahun 2050, namun dia mengatakan: “segalanya mungkin”.
“Hanya karena belum legal tidak berarti orang tidak akan mencobanya (menikah dengan robot),” katanya kepada LiveScience.
“Manusia adalah makhluk yang sangat tidak biasa. Jika Anda tanyakan pada saya apakah setiap orang akan ingin menikahi robot, jawaban saya adalah ‘barangkali tidak’. Akan tetapi adakah sehimpunan tertentu manusia yang ingin menikahi robot ? Kini sudah banyak orang yang mau menikah dengan boneka seks.
David Levy, mahasiswa Belanda yang baru-baru ini menyelesaikan riset doktoralnya tentang hubungan manusia dengan robot mengatakan bahwa tampilan robot akan sangat menyerupai manusia dalam rupa, fungsi dan kepribadian sehingga sebagian manusia akan jatuh cinta kepada robot, berhubungan seks dengan robot dan bahkan menikahi robot.
“Pada awalnya aneh kedengarannya membayangkan hubungan seks dengan robot, akan tetapi begitu mulai muncul berita semacam ‘Saya berhubungan seks dengan robot, dan sangat fantastis’ pada majalah seperti Cosmo, saya perkirakan akan banyak orang yang akan mengikuti tren itu,” katanya.
Dalam tesisnya, “Intimate Relationships with Artificial Partners” (Hubungan intim dengan mitra buatan), Levy mengatakan bahwa para psikolog telah mengidentifikasikan kurang lebih selusin alas an mengapa manusia akan jatuh cinta dengan robot dan semua alas an ini dapat diterapkan pada relasi manusia dengan robot.
“Sebagai contoh, satu hal yang memacu manusia jatuh cinta adalah kesamaan kepribadian dan pengetahuan, dan semua hal ini dapat deprogram,” kata Levy.“Alasan lain manusia kemungkinan jatuh cinta adalah apabila mereka mengetahui bahwa yang lain menyukai mereka – ini pun bias diprogramkan.”
Menurut Levy, Massachusetts di Amerika akan merupakan kota yang akan melegalkan pernikahan manusia-robot.
“Massachusetts jauh lebih liberal daripada jurisdiksi-jusridiksi lain di di AS dan merupakan kota yang terdepan untuk pernikahan sesam jenis,” kata Levy.
“Di Massachusetts juga banyak riset teknologi tinggi.”
Pakar robot Ronald Arkin dari Georgia Institute of Technology di Atlanta belum yakin bahwa pernikahan manusia-robot akan legal pada tahun 2050, namun dia mengatakan: “segalanya mungkin”.
“Hanya karena belum legal tidak berarti orang tidak akan mencobanya (menikah dengan robot),” katanya kepada LiveScience.
“Manusia adalah makhluk yang sangat tidak biasa. Jika Anda tanyakan pada saya apakah setiap orang akan ingin menikahi robot, jawaban saya adalah ‘barangkali tidak’. Akan tetapi adakah sehimpunan tertentu manusia yang ingin menikahi robot ? Kini sudah banyak orang yang mau menikah dengan boneka seks.
Diposting oleh alfa_zR di 23.29 0 komentar
Label: Robot
Robot Pintar Wakamaru Kini Resmi Beredar

Jakarta - Mungkin agak aneh melihatnya. Dengan wajah berwarna kuning terang, lengan berwarna perak dan sensor posisi di kepalanya. Tetapi robot pintar mungil ini berhasil memikat daya tarik dan kini sudah resmi beredar di Jepang.
Mitsubishi Heavy Industries Ltd. yang berbasis di Jepang telah meresmikan robot penjaga rumah 'Wakamaru' Kamis (15/9/2005). Meski diprogram oleh chip, robot cewek bertubuh mungil ini berhasil memikat hati banyak orang.
Mitsubishi telah menghubungkan Wakamaru ke internet agar bisa berfungsi. Wakamaru memiliki pribadi yang bersahabat hingga membuatnya sangat dicintai oleh anggota keluarga.
"Kami sudah mencoba membuat sebuah robot dimana Anda bisa berhubungan dengannya seperti layaknya berhubungan dengan seorang manusia," ujar pimpinan tim teknis, Ken Onishi, seperti dilansir Reuters yang dikutip detikinet Jumat (16/9/2005).
Menurut Onishi tak satu fitur pada diri robot itu direvolusi. Merangkainya jadi satu kemasan yang manis saja adalah tugas yang sangat besar. Sebagai informasi Wakamaru bisa mengenali sampai 10 orang bahkan bisa memanggil nama mereka.
Dengan tinggi 100 cm (40 inci), Wakamaru bisa mendekati dan menyambut anggota keluarga dengan suara feminin yang lemah-lembut saat mereka tiba di rumah.
Wakamaru lalu menawarkan diri untuk memberikan pesan telepon atau membaca e-mail yang masuk. Di pagi hari, Wakamaru akan menghampiri tempat tidur dan membangunkan Anda dengan berita utama dan ramalan cuaca. Agenda Anda hari itu akan diingatkan dan mungkin bisa mengajak Anda untuk melakukan olahraga ringan.
Jika keamanan di rumah mengkhawatirkan, Wakamaru akan menelepon ponsel Anda saat Anda tak di rumah. Lalu memeriksa situasi sekitar rumah lewat kamera yang didomplengi di dahinya.
Sayangnya robot seperti ini tidak murah. Jumlah yang akan dijual terbatas. Hanya 100 robot yang dijual di Tokyo mulai Jumat (16/9/2005), dengan harga 1,575 juta yen (1 yen = Rp 91,77, sumber: detik.com).
Bahkan Anda harus membayar biaya pemeliharaan bulanan sekitar 10.000 yen. Hmm..., cukup wajar untuk robot sepintar Wakamaru. Indonesia mampu bikin yang seperti inikah? ( ien )
Diposting oleh alfa_zR di 23.17 0 komentar
Label: Robot
Langganan:
Postingan (Atom)


