CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Senin, 10 Desember 2007

E-Bisnis Promosi lewat blog

Kehadiran blog telah menjadi sebuah media bagi para pengguna untuk berbagai kepentingan. Dengan adanya blog yang relatif mudah dibangun dan berharga terjangkau, secara langsung ikut memberikan kesempatan berpromosi lebih baik bagi dunia wirausaha. Tak hanya sekedar sebagai diari dan kumpulan tulisan pribadi, bagi penggunanya blog bisa memberikan nilai ekonomis, di mana blog banyak dipakai untuk menampilkan produk atau jasa yang diperuntukkan bagi pasar, yaitu pembaca blog.

Perkembangan sistem pemasaran (marketing) melalui internet membuat blog memiliki nilai tawar yang cukup tinggi untuk memerankan diri sebagai tempat sumber informasi produk bahkan tempat beriklan. Sebuah sumber pemasukan bagi pemiliknya.

Bagaimana istilah blog pertama kali muncul? Enda Nasution yang sering disebut sebagai Bapak Blog Indonesia menulis dalam blognya, bahwa blog sebagai kependekan dari Weblog, merupakan istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.Blog kemudian berkembang mencari bentuk sesuai dengan kemauan para pembuatnya atau para blogger. B

log yang pada mulanya merupakan “catatan perjalanan” seseorang di internet, yaitu link ke website yang dikunjungi dan dianggap menarik, kemudian menjadi jauh lebih menarik daripada sebuah daftar link. Hal ini disebabkan karena para Blogger biasanya juga tidak lupa menyematkan komentar-komentar “cerdas” mereka, pendapat-pendapat pribadi dan bahkan mengekspresikan sarkasme mereka pada link yang mereka buat.

Kembali kepada para pengguna blog yang, saat ini di Indonesia saja sudah tak terhitung blog yang dipergunakan untuk kepentingan usaha. Mulai dari pemanfaatan blog sebagai etalase produk hasil kerajinan yang siap dijual, menawarkan jasa profesional yang berstatus usaha pribadi, hingga kepada wadah untuk mencari mitra atau partner bisnis.

Dipermudah lagi dengan tersedianya berbagai blog gratisan yang dapat dikelola dengan mudah oleh penggunanya. Beberapa blog gratisan diantaranya blogspot, wordpress, multiply. Menariknya lagi, tak sedikit pengguna blog yang sukses menjual produk dan jasa meski hanya menggunakan media blog gratisan.

Sukses menjual banyak produk melalui blog, tentu saja blog juga harus banyak mendapat kunjungan. Oleh karena itu pengguna blog perlu melakukan berbagai langkah promosi sehingga dapat dengan cepat tampil dari mesin pencari seperti google. Salah satunya adalah aktif membuat artikel yang menarik untuk dibaca. Agar blog lebih mudah dikenal banyak orang, ada baiknya melakukan submit ke berbagai forum, yang juga bisa menarik blog lain backlink ke blog pengguna. Cara lain yang tak kalah seru, adalah kebiasaan meninggalkan comment di blog lain, yang tentu saja menyelipkan nama blog sendiri di dalamnya. (SH)

SORSAWO.COM, INDONESIA'S E-BUSINESS PORTAL



Sorsawo.Com adalah situs yang didedikasikan untuk membantu perusahaan kecil dan menengah di Indonesia dalam mengembangkan bisnis di Internet. Situs ini menyediakan informasi yang lengkap tentang perkembangan teknologi Internet, isu-isu seputar eCommerce dan tips-tips bagaimana mengembangkan bisnis di dunia maya

website sebagai media komunikasi


Dari waktu ke waktu, pengembangan teknologi dalam Internet semakin meluas. Penggunaan website sebagai media komunikasi pun semakin berkembang. Jika dahulu website hanya dipergunakan sebagai sarana komunikasi satu arah, maka kini website telah berkembang menjadi sarana komunikasi dua arah.

Pengembangan Web 2.0 yang memungkinkan proses penyampaian data dua arah dan partisipasi pengunjung telah banyak memberikan kontribusi bagi pengembangan bisnis perusahaan-perusahaan. Mulai dari masalah promo, penjualan hingga masalah pelaporan data, kini dapat dilakukan secara real time dan efesien melalui website. Inovasi pengembangan teknologi website telah memungkinkan proses digitalisasi data dan informasi perusahaan melalui website.

Ada beberapa hal penting yang menjadi ciri khas digitalisasi informasi perusahaan melalui website dalam era Web 2.0 saat ini. Hal tersebut antara lain adalah :

Perubahan arus informasi. Jika dahulu arus penyampaian informasi perusahaan melalui website bersifat satu arah dan sangat terbatas, maka dalam era pengembangan Web 2.0 saat ini arus informasi berlangsung dalam dua arah, timbal balik. Perusahaan tidak hanya dapat memberikan informasi kepada pembaca, namun pembaca juga dapat memberikan masukkan kepada perusahaan, baik itu melalui forum, melalui email pengaduan, blog, jajak pendapat dan lain sebagainya. Arus timbal balik ini merupakan suatu kelebihan pengembangan website di era Web 2.0, dibandingkan dengan era pengembangan website sebelumnya, di mana informasi hanya dilakukan satu arah saja.
Nilai partisipasi. Partisipasi merupakan suatu ciri dari pengembangan Web 2.0, terutama dalam kaitannya dengan digitalisasi informasi perusahaan melalui website ini. Interaktifitas dalam suatu website perusahaan menjadi satu keharusan saat ini. Bagaimana suatu website dapat dengan mudah mengajak pengunjungnya untuk berinteraksi dan berpartisipasi melalui berbagai macam fitur yang disediakannya, merupakan suatu nilai penting dalam pembuatan sebuah website perusahaan. Website diharapkan dapat menciptakan suatu bentuk partisipasi wujud loyalitas pengunjung terhadap website tersebut. Loyalitas dan partisipasi pengunjung dalam sebuah website merupakan satu nilai marketing yang handal bagi sebuah perusahaan. Hal ini menjadi sangat penting bagi sebuah perusahaan, untuk mengetahui sejauh mana perusahaan tersebut mempunyai nilai jual di dunia maya.

Teknik Menerima Pembayaran Lewat Internet




Banyak pertanyaan ke saya baik lewat YM maupun email tentang bagaimana cara menerima pembayaran kartu kredit di Internet. Artinya ketika kita menjual barang di Internet, bagaimana sang pembeli barang kita (customer) dapat mengirimkan pembayaran kita, baik menggunakan kartu kredit (credit card) maupun alat pembayaran yang lain. Selain bekerjasama langsung dengan Bank (acquirer) untuk bisa mencharge kartu kredit pelanggan, kita juga bisa menggunakan third party company yang memiliki layanan untuk mencharge kartu kredit. Layanan ini sering disebut dengan Payment Gateway. Saya coba rangkumkan tips dan triknya, termasuk payment gateway mana yang bisa diterapkan untuk bisnis berbasis Internet (ecommerce) di Indonesia.

Teknik menarik kartu kredit langsung dari pembeli (tanpa perusahaan payment gateway) secara prinsip bisa dilakukan, tapi secara praktek sulit dilakukan. Yang pertama bahwa memerlukan biaya besar dan waktu yang lama untuk mengurus permohonan menjadi merchant di bank acquirer. Yang kedua resiko terlalu besar, baik dipihak pembeli (trust) maupun penjual (carding fraud). Jadi kesimpulannya untuk bisnis skala kecil, teknik ini tidak dianjurkan. Dengan bahasa lain, silakan gunakan payment gateway yang sesuai dengan model bisnis kita.

Di dunia ini sangat banyak perusahaan payment gateway, sayangnya sedikit yang mendukung kartu kredit Indonesia, baik sebagai pembeli maupun sebagai penjual (merchant). Saya akan menjelaskan tentang beberapa Payment Gateway ini, dengan harapan bahwa para pebisnis Internet di Indonesia bisa mulai memikirkan untuk menyediakan layanan pembayaran melalui kartu kredit.

PAYPAL.COM

Mungkin saat ini PayPal adalah payment gateway yang paling populer di dunia. Proses registrasi cepat dan tidak perlu membuat program yang sulit untuk menghubungkan barang yang dijual ke pemrosesan paypal. Asal ada form html yang berisi nama dan harga barang (bisa generate otomatis dari PayPal), PayPal akan memproses secara otomatis termasuk menyediakan shopping cartnya. Tampilan juga bisa diatur sesuai dengan tampilan situs jualan kita. Yang menarik lagi, tidak ada biaya setup, bulanan, maintenance, sehingga costnya cukup rendah (bahkan kita akan mendapatkan bonus 5 USD pada saat pendaftaran). Biaya hanya akan dipungut pada saat transaksi. Sayangnya PayPal tidak mendukung credit card dari Indonesia Saya menggunakan kartu kredit saya di Jepang untuk registrasi dan mendaftar menjadi penjual (merchant) di PayPal, dan sampai sekarang masih aktif untuk beberapa bisnis saya di Internet Berita terbaru, Paypal sudah bisa menerima kartu kredit Indonesia. Silakan mencoba dengan mendaftarkan kartu kredit anda di paypal.com. (Updated: 15 Oktober 2006)

2CHECKOUT.COM

Memiliki fitur yang selevel dengan PayPal (bahkan mungkin lebih baik), dan saat ini boleh dikatakan popularitasnya semakin menanjak tinggi. Menerima pembayaran dengan berbagai jenis kartu kartu kredit (Visa, MasterCard, Amex, JCB, Discover, dsb). Untuk mendaftarkan diri sebagai penjual, dipungut biaya 49 USD. Total fee setiap transaksi adalah 0,45 USD dan 5,5% dari nilai transaksi. Yang menarik 2checkout.com bisa digunakan oleh kartu kredit Indonesia

IKOBO.COM

Melayani pengiriman dan penerimaan uang dengan kartu kredit secara online. Prosesnya sederhana, apabila ada yang melakukan pembayaran ke kita, maka kita akan mendapatkan i-Kard (kartu visa debit), dengan kartu i-Kard inilah kita mencairkan uangnya. Sepertinya ikobo.com tidak menyediakan shopping cart dan fitur-fitur lain berhubungan dengan ecommerce yang kita bisa embed di situs jualan kita. Indonesia termasuk negara yang didukung. Salah satu kekurangannya adalah masalah total fee transaksi yang cukup besar. Pertama biaya transaksi adalah 5 USD + 3% dari transaksi. Kemudian kita akan kena charge pengiriman i-Kard sebesar 9,95 USD (kecuali sudah memiliki i-Kard sebelumnya). Dan yang terakhir adalah biaya penarikan dana melalui ATM (1,9 USD) dan biaya maintenance sebesar 0.9 USD. FAQ cukup lengkap menjelaskan semua masalah di ikobo.com

IPAYMENT

Tidak sepopuler PayPal dan 2checkout, dan registrasinya cukup rumit. Tapi yang pasti memberi layanan pemrosesan kartu kredit dan secure payment gateway. Pendaftaran dan perubahan account menggunakan cara manual, kemungkinan untuk menghindari adanya fraud.

AUTHORIZE.NET

Menyediakan fitur untuk menerima pembayaran kartu kredit dan juga check elektronik. Proses untuk pendaftaran sebagai penjual agak rumit, karena pendaftaran tidak langsung ke authorize.net melainkan ke agen perwakilan yang ditunjuk. Setiap agen memiliki fitur layanan bervariasi dan kita tinggal memilih mana yang sesuai dengan model bisnis kita. Setelah memiliki account dari agen perwakilan, selanjutnya kita memproses pendaftaran payment gateway account dari authorize.net. Account inilah yang kita gunakan pada module transaksi pembayaran di situs jualan kita. Authorize.net sepertinya kurang cocok untuk perusahaan atau bisnis sekala kecil.

PAY.INDO.COM

Payment gateway Indonesia Belum ada registrasi penjual secara online dan sepertinya kita yang tertarik diminta untuk mengirimkan form inquiry. Silakan dicoba atau bisa juga menanyakan langsung ke kontak

NOCHEX

Sedikit berbeda dengan layanan payment gateway diatas, NOCHEX memiliki fitur transaksi pembayaran dengan mendebit rekening bank pembeli dengan surat elektronik NOCHEX. Sayangnya layanan NOCHEX terbatas di perbankan Amerika. Kalaupun mau nekat menggunakan, mungkin dengan meminjam rekening teman di Amerika

E-GOLD

Meskipun juga sama-sama menyediakan fitur payment gateway, tapi e-gold memiliki konsep yang sedikit berbeda. e-gold menggunakan standard nilai berdasarkan harga emas murni 100% yang berlaku di dunia dan ini yang direpresentasikan dalam bentuk rekening tabungan e-gold. Kita bisa mencoba langsung membuka rekening e-gold, karena pendaftarannya bersifat gratis. Proses pengisian tabungan di rekening adalah dengan mengirimkan uang rupiah kepada pedagang e-gold (Indonesia juga ada), dan kemudian nominal yang kita bayarkan akan muncul di account tabungan e-gold kita (USD). Proses pencairannya juga sama, karena kita tingal menjual e-gold kita ke pedagang tersebut. Atau cara pencairan lain adalah dengan menggunakan debit card e-forexgold.com (terkena biaya 50 USD), dan dengan card e-forexgold tersebut kita tinggal mencairkan melalui mesin ATM berlogo mastercard, maestro dan cirrus (ATM BCA, dsb).

Sepertinya masih banyak payment gateway lain selain diatas, hanya saya lihat secara fitur dan popularitas masih di bawah delapan payment gateway diatas. Sebagai kesimpulan sementara, untuk Indonesia dengan bisnis skala kecil dan menengah sepertinya 2checkout.com cukup bisa menjadi solusi dalam payment gateway. Saya sendiri berharap bahwa PayPal bisa masuk ke Indonesia Sebelum pulang ke Indonesia tahun 2004, saya sempat mengirimkan permintaan supaya PayPal mau menerima kartu kredit Indonesia, tapi mereka belum approve karena masalah carding fraud di Indonesia yang tinggi Alhamdulillah Paypal sudah bisa menerima kartu kredit Indonesia. Berita gembira untuk para pebisnis Internet di Indonesia

kapan saja dan dimana saja(E-learning)

Dulu mungkin kita berpikir bahwa kegiatan belajar mengajar harus dalam ruang kelas. Dengan kondisi dimana guru atau dosen mengajar di depan kelas sambil sesekali menulis materi pelajaran di papan tulis. Beberapa puluh tahun yang lalu pun juga telah dikenal pendidikan jarak jauh. Walaupun dengan mekanisme yang boleh dibilang cukup ‘sederhana’ untuk ukuran sekarang, tetapi saat itu metode tersebut sudah dapat membantu orang-orang yang butuh belajar atau mengenyam pendidikan tanpa terhalang kendala geografis. Memang kita akui, sejak ditemukannya teknologi Internet, hampir ‘segalanya’ menjadi mungkin. Kini kita dapat belajar tak hanya anywhere tetapi sekaligus anytime dengan fasilitas sistem e-Learning yang ada.

Dari segi infrastruktur, bila yang kita butuhkan dari sistem e-learning adalah aplikasi sebatas tutor yang cukup kita install per PC, kita hanya perlu komputer yang stand alone, tetapi bila sistem yang kita inginkan benar-benar punya akses anytime anywhere, maka kita butuh infrastruktur Internet., baik mobile wireless maupun tidak. Sedangkan dari segi perkembangan, memang kita kalah ‘cepat’ dengan apa yang telah dicapai di luar negeri. Hal tersebut tak dapat dipungkiri mengingat berbagai kendala yang kita hadapi di dalam negeri. Salah satunya adalah masalah landasan hukum, dimana sebelum September 2001, institusi-institusi selain Universitas Terbuka (UT) tidak diizinkan menyelenggarakan bentuk distance learning. Surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi tertanggal 22 September 2000 menyatakan bahwa hanya UT yang memiliki hak istimewa (exclusive right) untuk menangani distance education. (surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 2630/D/T/2000, 2000). Pada tanggal 24 September 2001, Menteri Pendidikan Nasional mengumumkan kebijakan baru mengenai implementasi distance education. Sejak saat itu pemerintah menghapus larangan dan mengizinkan institusi yang memenuhi syarat (eligible) untuk menyelenggarakan distance learning. Tetapi saat ini beberapa perguruan tinggi kita sudah bergerak untuk mengembangkan e-Learning dengan kondisi internal masing-masing.

Beberapa Pengertian

Untuk melihat dukungan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap kegiatan pembelajaran secara umum, terdapat beberapa istilah yang mirip, seperti: Distance Education, Distance Learning, Computer Mediated Learning, Computer Aided Instruction, dsb. Berikut adalah beberapa pengertian dari istilah yang sering digunakan berkaitan dengan pemanfaatan TIK dalam pendidikan.


Distance Learning, yaitu mekanisme penyampaian instructional yang tidak mengharuskan siswa untuk hadir secara fisik pada tempat yang sama dengan pengajar. (Ornager, UNESCO, 2003)
Distance Education, yaitu model pembelajaran dimana siswa berada di rumah atau kantor mereka dan berkomunikasi dengan dosen maupun dengan sesama mahasiswa melalui e-mail, forum diskusi elektronik, videoconference, serta bentuk komunikasi lain yang berbasis computer (Webopedia, 2003).
E-Learning, yaitu proses belajar yang difasilitasi dan didukung melalui pemanfaatan TIK (Martin Jenkins and Janet Hanson, Generic Center, 2003).

Develop Networking through Community

IMPLEMENTASI ICT DI PENDIDIKAN TINGGI....Indonesia sampai saat ini merupakan salah satu Negara yang mengkonsumsi akses internet dengan harga yang sangat mahal. Banyak Negara maju yang menyumbangkan dana yang sangat besar untuk memberikan saluran internet gratis ke Indonesia tetapi dikarenakan mahalnya harga bandwidth internet di Indonesia mengakibatkan bantuan tersebut menjadi kurang berarti. Perkiraan kebutuhan biaya untuk bandwidth internet apabila dibandingkan dengan tetangga sebelah, Singapura, adalah harga bandwidth 5 MBps di Indonesia apabila di Singapura akan mendapatkan lebih dari 40 MBps. Perhitungan ini menjadi sangat tidak masuk akal apabila kita mengaitkannnya dengan harga-harga item lain di Indonesia yang jauh lebih murah dibandingkan di Negara lain, seperti contohnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Segudang alasan pun akan disampaikan untuk menjawab kasus diatas baik oleh kalangan provider jasa internet, pemerintahan, maupun kalangan akademisi yang menjadi salah satu pengguna terbesar dari jasa internet di Indonesia. Salah satu alasan yang mengemuka adalah karena secara akumulasi Indonesia merupakan Negara pengkonsumsi content internet bukan sebagai Negara yang memproduksi content internet. Gejala ini ditunjukkan dengan data pada beberapa institusi pendidikan termasuk UNPAD yaitu traffic pengakses content ke luar negeri lebih banyak dibandingkan dengan traffic ke dalam negeri dan juga masih sangat kecil apabila dibandingkan dengan traffic IIX (Indonesian Internet Exchange)

Saat ini sudah terlihat banyak individu, organisasi/lembaga, dan institusi di Indonesia yang terus mengembangkan dan meningkatkan content lokal. Begitu pun halnya dengan institusi pendidikan sedang bekerja keras untuk membangun berbagai macam content yang dapat dimanfaatkan kalangan internal institusi mereka maupun untuk kepentingan public.

Karakteristik Sistem yang Dibutuhkan dalam E-learning

Saat ini memang terdapat beberapa pihak yang merasa skeptis akan keberhasilan sistem e-Learning dalam mencetak output yang berkualitas. Salah satu alasan mereka adalah siswa belum bisa belajar mandiri. Atau pertanyaan yang diajukan adalah mampukah e-Learning menghadirkan suasana kelas yang interaktif?

Dari beberapa sistem e-Learning yang dikembangkan, secara umum kita dapat membagi berdasarkan sifat interaktivitasnya menjadi 2 (dua) kelompok:

Pertama, sistem yang bersifat statis. Pengguna sistem ini hanya dapat men-download bahan-bahan belajar yang diperlukan. Sedangkan dari sisi administrator, ia hanya dapat meng-upload file-file materi. Pada sistem ini memang suasana belajar yang sebenarnya tak dapat dihadirkan, misalnya jalinan komunikasi. Sistem ini cukup berguna bagi mereka yang mampu belajar otodidak dari sumber-sumber bacaan atau format materi lain sepeti file berformat video, dsb. Kalaupun digunakan, sistem ini berfungsi untuk menunjang aktivitas belajar-mengajar yang dilakukan secara tatap muka.

Kedua, sistem yang bersifat dinamis. Fasilitas yang ada pada sistem ini lebih bervariasi dari apa yang ditawarkan sistem pertama. Pada sistem kedua ini, fasilitas seperti discussion forum, chat room, e-mail, evaluation tool, user management, learning material management sudah tersedia. Sehingga pengguna mampu belajar dalam lingkungan belajar yang tidak jauh berbeda dengan suasana kelas. Sistem kedua ini dapat digunakan untuk membantu proses transformasi paradigma pembelajaran dari teacher-centered menuju student-centered. Bukan lagi pengajar yang aktif memberikan materi atau meminta mahasiswa bertanya mengenai sesuatu yang belum dimengerti, tetapi disini mahasiswa dilatih untuk belajar secara kritis dan aktif. Sistem e-Learning yang dikembangkan dapat menggunakan pendekatan metode belajar kolaboratif (collaborative learning) maupun belajar dari proses memecahkan problem yang disodorkan (problem-based learning).


Tentang kondisi pembelajaran dan fasilitas apa yang sesuai dapat kita lihat di table berikut ini:


Same Time (Synchronous)
Different Time (Asynchronous)


Same Place
Classroom
Learning Center

Laboratory

Library




Different Place
Audioconferencing

Videoconferencing

Satellite delivery

Chat Room

Instrutor-led

(Synchronous Learning Systems)

Synchronous Streaming
WWW

Learning Management Systems

Video tape/audio tape

CD-ROM

Archived Streamed

Video

Email/Listserv




Diadopsi dari Distance Learning and Sun Microsystems, 1999

Kondisi Pertama, yaitu belajar di waktu dan tempat yang sama. Belajar model seperti ini tak lain adalah belajar di ruang kelas.

Kondisi Kedua, yaitu belajar di waktu yang berbeda, tetapi di tempat yang sama. Untuk belajar model seperti ini kita memerlukan Learning Center, Laboratory, serta Library.


Kondisi Ketiga, yaitu belajar di waktu yang sama, tetapi di tempat yang berbeda. Untuk belajar model seperti ini kita memerlukan Audioconferencing, Videoconferencing, Satellite delivery, Chat Room, Instrutor-led (Synchronous Learning Systems), Synchronous Streaming.

Kondisi Keempat, yaitu belajar di waktu dan tempat yang berbeda. Untuk belajar model seperti ini, kita memerlukan infrastruktur Internet, Learning Management System (LMS), serta e-Learning content yang pedagogical soundness.

Strategi Penyediaan Sistem

Untuk menyediakan sistem e-Learning dalam suatu organisasi, katakanlah institusi pendidikan, terdapat beberapa pilihan yang dapat kita ambil :

Mengembangkan sendiri. Dengan menjatuhkan pilihan pada pilihan pertama artinya organisasi perlu memiliki tim proyek untuk pengembangan sistem. Disini benar-benar akan dipergunakan manajemen proyek dimana alokasi sumber daya manusia (mulai dari manajer proyek, sistem analis, bisnis analis, system architect, system developer, programmer, hingga documentator), alokasi biaya dan waktu diatur sedemikian rupa sehingga requirement dapat dicapai sesuai target. Pilihan metodologi pengembangan dan teknologi yang akan digunakan merupakan ‘hak prerogratif’ tim pengembang dengan memperhatikan pertimbangan-pertimbangan yang ada.
Membeli sistem yang sudah ada. Salah satu hal yang bisa digunakan untuk menebak mengapa suatu organisasi membeli application software dan/atau hardware adalah tersedianya anggaran yang dimiliki serta berbagai pertimbangan seperti kemudahan, khususnya pendeknya waktu implementasi serta layanan pascaimplementasi. Namun yang perlu diperhatikan dari pilihan ini adalah seringkali fasilitas yang ada terlalu kompleks dari apa sebenarnya yang dibutuhkan organisasi yang bersangkutan.
Menggunakan open source e-Learning system. Saat ini telah terdapat beberapa sistem e-Learning berbasis open source seperti Moodle, Claroline, dan yang lainnya. Jelas, bagi organisasi kita untuk memanfaatkan software ini tidak perlu membayar. Lisensi yang digunakan biasanya adalah GPL atau GNU. Effort yang perlu kita lakukan ketika memutuskan menggunakan sistem ini adalah, kita perlu mempelajari dokumentasi program, bahkan kalau perlu algoritma-algoritma yang digunakan. Tidak adanya layanan pascaimplementasi berarti menuntut penggunanya untuk terlibat aktif dalam milis-milis atau memperhatikan bug-bug yang mungkin ditemukan dibelakang hari.
Melakukan kustomisasi. Melakukan kustomisasi artinya memanfatkan modul-modul yang tersedia, baik itu dikembangkan sendiri, dari software open source ataupun dengan cara membeli.
Sebagai penutup tulisan ini, para pengembang Internet entah mengira atau tidak, jelas hasil riset mereka telah berhasil mewarnai cara kerja orang di era ini. Mulai remote working, akses berita setiap saat, akses informasi segala macam di dunia maya melalui search engine, chatting yang membuat sebagian orang keranjingan, hingga sistem e-Learning yang mampu ‘memanjakan’ orang yang ingin belajar setiap saat dan di segala tempat. Yaitu dengan cukup dua syarat saja, ada kemauan untuk belajar dan tentunya…akses Internet! Selamat belajar di era baru!